Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, mebel kayu dipergunakan oleh semua orang dan sangat erat kaitannya dengan kenyamanan hidup manusia. Sehingga tidak heran jika furniture kayu merupakan pasar potensial yang sangat besar karena kebutuhan akan furniture kayu selalu berkembang secara kuantitas maupun kualitas di seluruh dunia.

Furniture kayu Indonesia merupakan warisan budaya (local genius) dari Indonesia. Berbagai macam desain dengan ciri khas masing-masing daerah telah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu dan mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri.
Industri furniture kayu Indonesia juga telah terbukti menjadi salah satu industri ekspor yang padat karya dan telah menyerap ribuan tenaga kerja serta menciptakan multiplier effect bagi roda perekonomian Indonesia. Industri furniture kayu telah menggerakkan ekonomi dan menjadi gantungan hidup masyarakat Jepara, Kudus, Cirebon, Jogjakarta, Surakarta, dan berbagai wilayah sentra industri furniture kayu lain di Indonesia.

Dengan kemampuan manufacture berstandar internasional, produk furniture kayu Indonesia telah merambah pasar Amerika, Eropa, dan berbagai belahan dunia lainnya. Namun produk industri furniture Indonesia baru dikenal sebatas pada kemampuan manufacture atau kemampuan produksi (tangible asset and ability). Belum ada merk Indonesia yang bisa berdiri sejajar dengan IKEA, VIvere, Da Vinci, Index, atau merk-merk lain yang sudah mendunia. Sehingga ketika  para pemilik merk sebagai pemilik intangible asset mempunyai pilihan baru yang lebih murah dalam biaya produksi maka mereka berpaling ke negara lain dan meninggalkan Indonesia dalam keterpurukan dengan terbengkalainya investasi alat produksi dan ribuan tenaga kerja.

AQSA Living sebagai perusahaan eksportir furniture kayu selalu berupaya untuk menghasilkan produk furniture kayu yang berkualitas, nyaman, dan sesuai dengan perkembangan trend dunia. Selama 10 tahun berkiprah di dunia ekspor furniture kayu, AQSA Living percaya bahwa bangsa Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dan mampu berdiri sejajar dengan desainer furniture tingkat dunia.

AQSA Living mendorong anda untuk menyampaikan pendapat dan opini tentang perkembangan furniture kayu di Indonesia dan multiplier effect-nya untuk kemajuan Indonesia. Pencanangan tahun 2009 sebagai Tahun Industri Kreatif merupakan titik awal untuk memulai merubah paradigma industri furniture kayu Indonesia sebagai produk komoditas (tangible asset) menjadi potensi desain dan merk (intangible asset) untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

Tanggal Penting Hadiah Blog Competition